Reuni Akbar Alumi MA Fatwa Alim Tulung tanggal 11 Agustus 2013 angkatan 1991 s/d 2013, A LIVE PERDECT MOTIVATION oleh Prof.Drs.Muh Sholeh M.Pd.P.NI (Profesor Tahajud) Info Penting: Divisi gambus kemarin bersama Pakde Karwo di Ponpes Subulul Huda Kembangsawit, Baca Selengkapnya di SR Bersama Gubernur Jawa TimurTanggal 02 Juni jam 19.00 WIB di Ponpes Subulul Huda Kembangsawit Kebonsari Madiun, Insya Allah Hadir Bapak Gubernur Jawa Timur DR.H.Sukarwo dan Wagub Drs. H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Bapak Bupati Madiun H. Muhtarom, S.Sos

Slideshow

Foto Bersama Harlah ke IX SR

Saat Acara Puncak Harlah ke IX tanggal 28 April 2013

Foto Bersama di Ponpes Subulul Huda Kembangsawit Madiun

Foto bersama saat peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw di Pondok Pesantren Subulul Huda Kembangsawit Kebonsari Madiun pada Minggu, 2 Juni 2013

Liputan SCTV

Saat Foto Bersama Crew SCTV dalam acara Safari Ramadhan.

Saat Tampil Di SMAN 2 Mejayan

Sangat Meriah penampilan Seni Religius di SMAN 2 Mejayan dalam acara Pengajian oleh Ustad Hariri Binang Sinetron Islam KTP

Penerimaan Piagam Juara 1

Juara 1 Lomba Hadrah Modern Festival Seni Budaya Islam di UII Madiun tahun 2009

Acara safari Ramadhan

Prestasi yang membanggakan bagi Seni Religius bisa diliput oleh SCTV untuk mengisi acara Safari Ramadhan

Acara safari Ramadhan

Wawancara oleh presenter SCTV kepada Ketua Umum SR periode 2013 saat acara Safari Ramadhan

Foto bersama di Pendopo Kab. Madiun tahun 2005

Kenangan terindah pada tahun 2005 tampil di Pendopo Kab. madiun untuk mengisi acara Maulid Nabi Muhammad SAW>

Lomba Harah Modern di UII Madiun

Juara I LOmba Hadrah Modern dalam acara Festival Seni Budaya di UII Kab. Madiun tahun 2008>

Lomba Harah Modern di UII Madiun

Juara I LOmba Hadrah Modern dalam acara Festival Seni Budaya di UII Kab. Madiun tahun 2008>

Diliput JTv dan AETV

Saat diliput Statiun TV-JTV, pada tahun 2009>

Salah satu Crew Seni Religius bersalaman dengan Wakil Gubernur Jawa Timur ( Gus Ipul )

Saat SR menjadi Delegasi Kab. Madiun dalam acara Pawai Ta'aruf dan MTQ se-Jawa Timur di Jember tahun 2009>

Piagam Penghargaan Juara 1

Piagam Juara 1 saat mengikuti Lomba Hadrah Modern di UII Madiun dalam acara Festival Seni Budaya Islam>

Foto Bersama Bapak Bupati Madiun Muhtarom, S.Sos

Crew Seni Religius Bersama Bapak Bupati saat diPendopo Kab. Madiun dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW.

Foto Penampilan saat Pengajian Umum

Crew Seni Religius Saat tampil di Dusun Tulung Rejo Desa Tulung acara Isro'Mi'roj Nabi Muhammad SAW.

Foto Kebersamaan saat undangan

Foto Crew SR brooooww...

Foto Penampilan Seni Religius

Sangat meriah penampilan SR dalam mengisi Acara Pawai Ta'aruf dan MTQ ke XXIV se-Jatim di Kab. Madiun Tahun 2011

Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Sejarah Munculnya Seni Musik Gambus

Gambus
Gambus mempunyai beberapa macam arti, yaitu: pertama, musik yang dihasilkan oleh orkes gambus di kalangan masyarakat Jakarta dan Sumatera Selatan; kedua, alat musik petik berdawai yang dikenal di beberapa daerah seperti Jakarta, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Riau, Maluku, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara; ketiga, sejenis tari rakyat dari daerah Bangka, Sumatera Selatan, dibawakan secara kelompok berpasangan, dengan instrumen pengiring terdiri dari sebuah gambus, dua buah gendang dan dua buah marakas.
Menurut para ahli, seperti Kurt Sachs, Hornbostel, Kunst, Farmer dan lain-lain, setelah mengadakan perbandingan-perbandingan dalam penelitian etnomusikologis meliputi wilayah Timur Tengah, India, Asia Tenggara, dan Indonesia, berpendapat bahwa instrumen gambus tersebut berasal dari Arabia. Dalam bayangan orang Eropa, bentuk alat gambus menyerupai buah khas negeri mereka, yaitu buah peer; sedangkan di Indonesia dapat dibayangkan hampir sama dengan bentuk jambu mentega.
Asal mula masuknya musik dan alat musik gambus ke daerah-daerah di Indonesia, bersamaan dengan masuknya pengaruh Islam ke daerah yang bersangkutan, sehingga warna musiknya pun bernafaskan Islam dengan syair berbahasa Arab. Dalam perkembangannya, musik gambus juga diperkaya dengan syair berbahasa Melayu dan India di samping juga membawakan lagu-lagu daerah dengan berbagai ragam variasi dalam jumlah kelengkapan alat musiknya. Akhimya, tidak jarang kita menemukan di pelosok-pelosok, sebuah orkes kecil mempergunakan instrumen bernama gambus, atau tiruan dari gambus dengan lagu-lagu dalam bahasa daerah.
Meskipun memiliki banyak variasi, namun tanpa melupakan alat gambusnya dan tanpa menghilangkan warna nada Timur Tengahnya. Selain itu musik gambus Jakarta juga menyertakan alat musik Barat, seperti organ, gitar, biola, dan sebagainya dalam setiap penampilannya. Sedangkan musik gambus Sumatera Selatan memiliki kekhasan tersendiri, baik penampilan maupun iringan musiknya. Instrumen pengiring berupa gambus, biola, gendang, ketipung dan lagunya berupa pantun dengan berbagai judul. Satu lagu biasanya terdiri atas enam bait, dengan penyanyi yang merangkap sebagai pemain musik dan pandai berpantun. Adapun alat musik gambus juga berasal dari Arab, dimainkan dengan cara dipetik (seperti gitar). Antara daerah yang satu dengan lainnya bentuk gambus hampir sama, terbuat dari kayu, namun memiliki perbedaan dalam ukuran dan jumlah serta bahan dawai.
Gambus adalah alat musik petik seperti mandolin yang berasal dari Timur Tengah iaitu dari Turki dan Mesir. Di datang ke Tanah Melayu sekitar tahun 1800 dan paling popular di Negeri Johor.Paling sedikit gambus dipasangi 3 senar sampai paling banyak 12 senar. Gambus dimainkan sambil diiringi gendang. Sebuah orkes memakai alat musik utama berupa gambus dinamakan orkes gambus atau disebut gambus saja.
Syech Albar dari Surabaya dan SM Alaydrus merupakan musisi gambus yang terkenal pada tahun 1940-an. SM Alaydrus berhasil mengembangkan orkes harmonium yang pada tahun 1950 menjadi orkes Melayu. Syech Albar pun mempertahankan tradisi gambus. Tahun 1940-an lagu Gambus masih berorientasi ke Yaman selatan. Setelah Bioskop Al Hambra di Sawah Besar banyak memutar film Mesir, gambus lebih berorientasi ke Mesir. Orkes gambus pun mulai mengisi siaran RRI seperti Orkes Gambus Al-Wardah pimpinan Muchtar Lutfiedan Orkes Gambus Al-Wathan pimpinan Hasan Alaydrus.

. .

Sejarah Berdirinya Seni Religius


Tahun 2004 merupakan waktu dimana sedang hitsnya sebuah syair lagu campursari yang berjudul Cucak Rowo. Mendengar dan  menyimak lagu tersebut sangat jauh dari nuansa islami bahkan mengarah pada ranah pornografi. Nah lagu inilah yang kemudian menggugah Madrasah Aliyah Fatwa Alim Tulung di Kecamatan Saradan Kabupaten Madiun, Jawa Timur untuk melakukan ‘counter attack’ terhadap seni yang non islami dengan membentuk Unit Kegiatan Madrasah yang diberi nama Seni Religius.
Nama Seni Religius di pilih dengan tujuan untuk tampil, hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai komunitas musik yang concern dalam mainstrim Religi dalam berdakwah dengan media seni musik untuk mengimbangi perkembangan seni yang mulai meninggalkan nilai-nilai islami.
Motto yang menjadi trade merk organisasi dan harus di internalisasi oleh seluruh anggotanya ini adalah : Seni Adalah Jiwaku, Dengan Seni Aku Bersabar Dalam Berdakwah. Selanjutnya Seni Religius membentuk 3 divisi Musik yaitu Sholawat Kontemporer, Gambus dan Qasidah, yang di lengkapi dengan divisi Qiroah, Kaligrafi dan MC.
Dibawah Pelindung Yayasan H. Kusnindar, SH., M. Hum, Penasehat sekaligus Kepala Madrasah Drs. Sucipto maka terbentuklah komunitas seniman siswa yang di bina oleh Nur Habib Mustofa, S. Pd I, Nur Moh Habibillah, S. Pd I dan Habib Mustofa, S.Hum.
Selaian membina dan menggali potensi seni, di sini juga dikembangkan untuk secara langsung includ dalam organisasi membina dan mengasah jiwa leadership dalam keorganisasian. Dengan membentuk AD/ART organisasi, selanjutnya pembelajaran demokratisasi dilakukan dengan membentuk pengurus melalui Rapat Anggota Tahunan yang disingkat RATU dengan memilih Ketua Umum sekaligus sebagai ketua formateur terpilih untuk menentukan komposisi struktur organisasi Seni Religius.
Pada momentum awal berdirinya terpilih Sahabat Heri Kurniawan sebagai Ketua Umum pertama yang terpilih (2004-2005). Sebutan sahabat disini menjadi identitas anggota, dengan harapan anggota Seni Religius bisa berjuang berdakwah seperti pada masa sahabat Nabi Muhammad Saw. Periode kepengurusan selanjutnya berturut turut adalah Joko Santoso (2006), Agus Sugianto (2007), Maksita (2008), Damin (2009), Ichsanudin (2010), Ali Sugianto (2011), Bambang SB (2012) dan tahun 2013 Ismail Basyarudin.
Dalam perjalanannya yang sudah dilalui selama sembilan kali tampak kepemimpinan berjalan, Seni Religius banyak mengalami dan mencatat sejarah baik suka maupun duka dalam berdakwah di tengah masyarakat yang multikultural melalui media seni khususnya musik gambus. Tentu peristiwa demi peristiwa merupakan bagian dan rangkaian proses pendewasaan sebuah organisasi.
Visi dari Seni Religius adalah Memasyarakatkan sholawat gambus dan mensholawatkan masyarakat. Sedangkan yang menjadi misinya adalah :
  1. Membentuk divisi musik Sholawat kontemporer, Gambus dan Qasidah yang religius sebagai media sosialisasi dan media dakwah
  2. Membentuk divisi seni non musik Qiroah, Kaligrafi dan Mc yang religius sebagai media sosialisasi dan media dakwah
  3. Menggali dan mengembangkan serta membentuk potensi seni dan leadership anggota
  4. Membentuk dan membangun karakter Leadership anggota di dalam berorganisasi yang modern dan demokratis.
  5. Meningkatkan kualitas anggota sesuai potensi dan kompetensinya sehingga siap berdakwah di dalam masyarakat melalui penampilan seni yang religi dan penuh improvisasi serta bernilai entertain
Dalam kiprahnya seni religius telah melalang buana selama 9 tahun existensinya, dengan mengisi berbagai even yang diselenggarakan oleh banyak pihak. Diantaranya dari kalangan  Birokrasi dan isntitusi, Organisasi Sosial Kemasyarakatan dan Keagamaan, Lembaga Pendidikan, Masyarakat Umum, Tokoh Agama, tokoh Masyarakat dan Juga Tokoh Pendidikan, serta organisasi kepemudaan dan lain sebagainya. Sekecil apapun yang dipersembahkan ternyata mendapat apresiasi dan respon yang positif. Berbagai dukungan mengalir deras kepada divisi Gambus khususnya. Penampilan yang atraktif menghibur namun tetap dalam koridor islami menjadi identitas khas bagi Seni Religius. Seni Religius diharapkan mampu mengangkat harkat dan martabat seni islami yang penuh dengan etika dan estetika. Pastinya dengan Agama hidup pasti terarah, dengan ilmu menjadi mudah dan dengan Seni Religius semuanya menjadi Indah.

. .

 
Design by Seni Religius |"Seni Adalah Jiwaku Dengan Seni Aku Bersabar dan Berdakwah"| Admin

Daftar ISi